Lagu anak-anak dan cinta

Apakah cinta kita kelak seperti
balonku ada lima?
Maka jangankan “balonku tinggal
empat”, satu balon tersisa atau
tidak ada sama sekali pun
Tetap kupegang erat-erat?

Apakah cinta kita kelak seperti naik-
naik ke puncak gunung?
Maka jangankan “kiri-kanan kulihat
saja, banyak pohon cemara”,
Bahkan kiri-kanan kulihat saja,
banyak jurang terjal, kita tetap
mendaki hingga tinggi-tinggi sekali?

Apakah cinta kita kelak seperti lihat
kebunku penuh dengan bunga?
Pun tidak ada “mawar melati,
semuanya indah”
Hanya ada semak berduri, semuanya
tetap indah? Dan “setiap hari
kusiram semua”

Apakah cinta kita kelak seperti
nenek moyangku orang pelaut?
Yang sungguhlah kita akan selalu
“menerjang ombak tiada takut,
menempuh badai sudah biasa”

Aduhai, ternyata cinta bisa
diilustrasikan seperti lagu kanak-
kanak.
Maka, sungguh, sebagai penutupnya,
kawan
Kita simpan yang terbaik.

Apakah cinta kita kelak seperti
“burung kakak tua hinggap di
jendela?”
Meski pasangan kita sudah ‘giginya
tinggal dua’, kita akan selalu tetap
cinta?
Alamak.”

— Tere Lije (via udashidiq)

(via fitriarahmaani)

When I feel hopeless

kesini salah kesitu salah yg ini salah yg itu salah ehh yg inii nih eh masih salah jugaa, nah yg itutuh nah kan masih salah lagi, duh. kalo nggak kesana kesini dan kesitu masih aja tetep salaah…die xixixi  X-)

” Audzubillahiminasyaitonirojim ” Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk

karena melanglang buana di Dunia maya ini cukup asyik, duduk tapi jalan-jalan, dapat ilmu yang bermanfaat pula :)
— Anadya